“Nada Ilmu Pengetahuan pada abad-20 adalah positif dan materialistik; ahli-ahli Ilmu Pengetahuan nyaris membuang semua hubungan dengan filsafat spekulatif. Tetapi sekarang, situasinya berubah secara drastis. Ahli-ahli Ilmu Pengetahuan tidak berbicara mengenai finalitas; ia tidak mengharapkan dapat mengungkapkan semua hukum-hukum alam. Ia mengedepankan kesimpulan-kesimpulannya sebagai relatif, tentatif, dan tidak pasti.” (The Book of Popular Science, Vol.9, Grolier, New York, 1967, hlm.279).

Demikianlah komentar Justus Schifferes dalam tulisannya mengenai ‘Science Through The Ages’ dalam abad-20. Komentar ini memberi petunjuk bahwa Ilmu Pengetahuan sendiri belum mencapai titik akhir, sehingga relasi antara Alkitab dan Ilmu Pengetahuan tetap terbuka sampai saat ini. (Ilustrasi gambar adalah cover buku yang ditulis ketua YABINA dan diterbitkan tahun 1978 oleh BPK-GM)

SEMINAR ALKITAB & ILMU PENGETAHUAN

                Bulan Februari 2012 dibuka dengan undangan seminar untuk membahas ‘Alkitab & Ilmu Pengetahuan’ di Pendidikan Teologi Jemaat (PTJ) di GKI Pamulang – Jakarta, pada tanggal 4 Februari 2012, jam 10.00 s/d 13.30 WIB.

            Sejak bangkitnya rasionalisme di abad-XVI – XVII dan memuncak diabad-XVIII – XIX, kritik terhadap data-data ilmiah dalam Alkitab gencar dilontarkan, namun sejauh ini kritik-kritik itu belum dapat menanggalkan iman manusia akan Alkitab sehingga pertanyaan tentang Alkitab & Ilmu Pengetahuan tetap menjadi topik hangat dan umat manusia hanya bisa memilih di pihak mana ia mau percaya.

            Sebaliknya juga penafsiran orang akan Alkitab juga berkembang sejak masa rasionalisme mulai dari konservatisme (mengacu pada otoritas Alkitab), kedua kutub liberalisme/modernisme (mengacu pada otoritas rasio diatas Alkitab) sampai fundamentalisme (mengacu pada otoritas harfiah akan ayat-ayat Alkitab).

            Nisbah antara Alkitab dan Ilmu Pengetahuan belum selesai didiskusikan sampai dengan saat ini, dan tentu sikap yang tepat diperlukan dalam menanggapinya, bukan dengan keyakinan dogmatisme yang kaku yang mengatas-namakan iman juga bulan dengan rasionalisme yang bebas yang mengatas-namakan rasio, melainkan dengan iman dan keterbukaan untuk terus mencari jawab atas keduanya. Alkitab telah final sebagai sumber iman bagi umat kristen, namun penafsiran orang akan Alkitab belumlah final, demikian juga hasil-hasil ilmu pengetahuan terbukti juga belum final, keadaan inilah yang menantang kita untuk terus belajar Alkitab maupun Ilmu Pengetahuan seperti yang dilakukan orang-orang di Berea:

“Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.” (Kisah 17:11)

Akhirnya . . .Marilah kita memasuki bulan kedua tahun 2012 dengan pelayanan yang penuh dengan iman, pengharapan dan kasih.

Salam kasih dari YABINA ministry www.yabina.org.