Artikel 82_ 2004                 


SEKITAR PEMILU 2004

Dalam sebulan terakhir, ada 6 undangan diterima untuk ceramah/kotbah sekitar Pemilu 2004, termasuk menjadi moderator suatu panel dengan pembicara 2 jenderal dan 3 doktor. Dari pengalaman ini dapat dilihat bahwa Pemilu kali ini cukup banyak membangkitkan minat umat Kristen dalam melihat perannya di panggung sosial-politik di Indonesia dibanding Pemilu sebelumnya.

Berbincang-bincang sekitar Pemilu 2004, terasa bahwa memang Pemilu kali ini adalah Pemilu paling demokratis yang pernah diadakan di Indonesia dimana setiap warga negara memperoleh hak memilih secara langsung caleg atau capres yang diingininya, ini berbeda dengan Pemilu selama ini dimana partailah yang dipilih.

Ada 24 partai politik yang ikut dalam Pemilu kali ini dimana secara garis besar berdasar asasnya dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu 5 Partai berasas Islam dan 19 Partai yang berasas pancasila (nasionalis). Partai berasas Islam pada umumnya secara eksplisit ingin menegakkan nilai-nilai Islami dan secara implisit ingin mengubah UUD’45 dengan memasukkan kata-kata dalam piagam Jakarta dan mempraktekkan syariat Islam, diantaranya adalah PBB (3), PPP (5), PPNUI (12), PKS (16), dan PBR (17).

Partai berasas Pancasila pada umumnya tetap mengacu pada UUD’45 dan menerima pancasila sebagai asas pemersatu bangsa Indonesia yang beraneka ragam baik suku maupun budayanya itu, dan dapat dibagi dalam beberapa sub-golongan yang berciri:

(a)     Marhaenis, umumnya ingin meneruskan ajaran bung Karno, 4 berlambang banteng, yaitu PNI-Marhaenis (1) dipimpin Sukmawati, PNBK (8) dipimpin Eros Jarot, PPDI (18) sebagai penerus PDI-Suryadi, PDIP (18) dipimpion Megawati, dan satu yang berlambang padi dan kapas yaitu Partai Pelopor (24) dipimpin Rachmawati;

(b)     Religius, memiliki latar belakang agama, termasuk disini adalah PAN (13) yang berlatar Muhammadyah, PKB (15) yang berlatar belakang NU, PDS (19) yang didirikan sekelompok orang Kristen, dan bisa dimasukkan di sini Partai Demokrat (9) yang menyatakan diri sebagai nasionalis religius;

(c)     Sekuler, tumbuh dari Golkar lama, yaitu PKPI (10) sayap militer Golkar, PKPB (14) yang menyebut diri sebagai antek Suharto, Golkar (20) sayap sipil Golkar lama, dan Patriot Pancasila (21) didukung kader Pemuda Pancasila;

(d)     Pembangunan, yang menekankan aspek-aspek pembangunan tertentu, yaitu PBSD (2) dibawah Mochtar Pakpahan yang membela kaum buruh, Partai Merdeka (4) dipimpin Adi Sasono yang menekankan ekonomi kerakyatan, PPDK (6) dipimpin Ryas Rasyid yang menekankan otonomi daerah, dan PPIB (7) dipimpin Dr. Syahrir yang menekankan pembangunan ekonomi.

(e)     Persatuan, yang merupakan partai gabungan, yaitu PSI (22) gabungan partai yang tidak lolos electoral treshold pada Pemilu 1999, dan PPD (23) membawa misi Utusan Daerah.

Dari berbagai forum Kristen dapat disimpulkan bahwa setidaknya di kalangan umat Kristen ada 4 kecenderungan dalam memilih, yaitu memilih: (1) Golput, yang menggunakan haknya untuk tidak memilih; (2) Memilih partai dengan caleg Kristen; (3) Memilih partai yang didirikan orang Kristen; dan (4) Memilih partai pancasila yang menekankan kebangsaan dan kesatuan. Yang jelas, tidak ada yang menganjurkan memilih partai berasas Islam.

Bagaimana kita mempersiapkan diri memasuki Pemilu 2004 tersebut? Marilah kita mendoakan Pemilu 2004 yad, mendoakan para caleg/capres agar mereka mensejahterakan bangsa dan negara (Yer.29:7), berdoa agar Tuhan mengaruniakan hikmat dalam memilih, dan mendoakan agar terpilih para caleg/capres yang cakap, takut akan Tuhan, dapat dipercaya, dan benci kepada pengejaran suap (KKN) (Kel.18:21).
 

Salam kasih Redaksi YABINA ministry

[_private/r_list2.htm]