Artikel 90_ 2004                 


JESUS PEOPLE
 

SEMASA dengan budaya Hippies yang berkembang di pantai Barat Amerika (San Francisco – California), di kalangan Kristen juga berkembang gerakan Kharismatik yang juga melanda kalangan muda-mudi dan kampus. Bersama dengan misi-misi Injili, pengaruh gerakan pentakosta/kharismatik juga mulai menjangkau ‘anak-anak bunga’ itu, dan pertobatan-pertobatan Hippies yang kembali menokohkan Yesus terlihat sebagai ‘Jesus Revolution’ dan terbentuknya generasi ‘Jesus People’ di kalangan kaum Hippies itu.

Pada akhir tahun 1960-an gerakan pemuda kontra-budaya (counter-culture) mencapai puncaknya. Penyebaran obat bius meluas, Hippies menjadi pusat pemberitaan media, namun ditengah itu semua, ada sebagian dari kaum Hippies ini yang menjadi kristen berkat pelayanan para penginjil kristen khususnya injili dan pentakosta/kharismatik.

Generasi petobat baru dari kalangan Hippies ini dikenal dengan berbagai nama julukan, seperti Jesus Freaks, Street Christians, dan julukan yang paling terkenal adalah Jesus People. Sebagai buah iman mereka kepada Yesus, para petobat baru ini berusaha melepaskan diri dari pemakaian obat bius, sex bebas, dan keterasingan dari masyarakat umum. Mereka sekarang berbicara tentang ‘Jesus Movement / Jesus Revolution’ dan bahwa ‘akhir zaman sudah dekat.’

Jesus Movement atau Gerakan Yesus ini pada umumnya mempercayai fundamen kekristenan orthodox seperti ketidak bersalahan Alkitab (innerancy) dengan beberapa pengajaran alkitab seperti ketuhanan Yesus, kelahiran dari anak dara Maria, kelahiran baru dan lainnya, tetapi secara keseluruhan ungkapan beragama gerakan Yesus ini berpusat sekitar ‘keselamatan melalui pengalaman iman kepada Yesus Kristus.

Sejalan dengan kehausan para pengikut gerakan Yesus akan kebiasaan lama yang mendambakan pengalaman ekstasis melalui obat-obat bius, sebagian petobat ini menggantinya dengan praktek supranatural sebagai buah pengaruh penginjilan pentakosta / kharismatik seperti bahasa lidah, baptisan berkat kedua, dan bahasa roh. Gerakan Yesus ini sekalipun tidak menyadari sebagai gerakan tersendiri, namun mereka menganggap kebangunan iman mereka asli dan membandingkannya  dengan ‘The Great Awakening’ (kebangunan besar) yang terjadi di Amerika pada abad-18.

Tidaklah mudah untuk mengetahui kapan lahirnya gerakan yang disebut sebagai ‘Jesus People’, soalnya gerakan ini bukan merupakan gerakan tunggal atau gerakan-gerakan yang bersatu, tetapi gerakan-gerakan individual yang tumbuh sendiri-sendiri dan banyak yang secara geografis saling terisolir. Banyak peneliti melihat tahun 1967 sebagai titik tolak karena pada tahun itu dibuka sebuah tempat berkumpul kristen jalanan itu di California Selatan yang dinamakan ‘The Living Room’ yang dianggap sebagai pusat awal penginjilan kepada para pemuda kontra-budaya. Perkembangan penginjilan ke kalangan pemuda kontra-budaya itu menyebar dengan pesat. Pada tahun 1971, National Institute of Health di Amerika Serikat memperkirakan ada sekitar 3000 kelompok-kelompok komunitas dari kalangan Hippies ini dan 800 di antaranya dianggap berkaitan dengan Jesus Movement.

Kelompok Jesus People ini tetap berjiwa kontra-budaya dan menunjukkan ciri ‘anti kemapanan’ (anti-establishment) yang sama dengan rekan-rekan Hippies, dan mereka hidup dalam komunitas juga, namun berbeda dengan kelompok Hippies semula, mereka sudah meninggalkan banyak perilaku hippies dan mempraktekkan tradisi dan etika Kristen.

Seperti sudah diketahui bahwa kelompok-kelompok Hippies tidaklah seragam, demikian juga kelompok-kelompok ex-hippies dalam ‘Jesus Movement’ juga tidak seragam. Mereka yang dihasilkan penginjilan misi Injili (evangelical) bercirikan kehidupan lahir baru dan setia kepada ketidak bersalahan Alkitab, sedangkan mereka yang dihasilkan misi pentakosta / kharismatik menekankan praktek-praktek ekstasis seperti karunia lidah, berkat kedua (second blessing) dan bahasa roh. Ada juga kelompok Jesus Movement yang sekalipun ingin kembali kepada kaidah alkitab namun masih mempraktekkan kebebasan seksual yang menjadi ciri kebebasan kaum hippies. Kelompok ini dikenal dengan nama ‘Children Of God’ (COG) yang bercirikan Injili tetapi juga kharismatik dan sekaligus hippies.

Bersambung ke: 91 - JESUS PEOPLE USA

 

Salam kasih dari Redaksi www.yabina.org


[ YBA Home Page | Artikel sebelumnya]