Artikel 92_ 2004
CHILDREN OF GOD
Dari gerakan Yesus atau Jesus Movement yang juga dikenal dengan nama ‘Jesus People’ dengan salah satu kelompok terbesar yang tumbuh dari generasi Hippies dan yang paling bertahan bernama ‘Jesus People USA’ (JPUSA), ada juga kelompok yang lain yang bernama ‘Children of God’ (COG) yang pada dasarnya memiliki semangat Injili & Pentakosta / Kharismatik yang sama namun berlawanan dengan JPUSA dalam hal etika seksual karena COG mempraktekkan sex bebas yang menjadi ciri gerakan Hippies pada tahun 1960-an.
Belakangan ini kasus ‘Children Of God’ mencuat lagi di Indonesia, tetapi bukan dalam nama aslinya tetapi dengan nama baru ‘The Family’. Beberapa sumber mengatakan bahwa mereka telah hadir dan aktif kembali di Indonesia. Gerakan dengan nama baru itu memang kurang dikenal dan bahkan ada yang menyalah-tafsirkannya dengan ‘Family Care (International)’ yang sebenarnya merupakan LSM yang melayani kesehatan masyarakat untuk membantu khususnya dalam hal melahirkan.
The Family atau ‘The Family of Love’ memang lebih dikenal dengan nama lamanya yaitu ‘Children of God’ (COG) yang pada tahun 1980-an pernah beroperasi di Indonesia sebelum akhirnya dilarang oleh Departemen Agama RI.
Pelopor kelompok Children Of God adalah David Brandt Berg yang lahir di Oakland, California (1919-1994) yang baik kakek maupun ayahnya menjadi pendeta Diciple for Christ. Kemudian ayahnya pindah ke gereja Christian Missionary Alliance (CMA). David menikah dengan Jane Miller (1944) lalu mengikuti jejak kakek & ayahnya dengan menjadi pendeta di salah satu gereja denominasi Christian Missionary Alliance seperti ayahnya (1948).
Kemudian ia keluar karena konsep pengajaran pelayanannya yang radikal berlawanan dengan kebijakan CMA dimana ia menuntut setiap pengikutnya untuk menyerahkan diri meninggalkan semuanya, hidup sederhana dan berkorban sepenuhnya untuk melayani Yesus dan hidup dalam commune (komunitas).
Ia kemudian bergabung dengan pelayanan ‘Soul Clinic’ di Florida (1954) dan sempat pergi ke Soul Clinic di Texas (1964) ketika ia diusir dari Florida. Kemudian ia bergabung dengan kelompok pentakosta bernama ‘Teens Challenge’ (1967) dan memimpin kedai kopi Teens Challenge yang bernama ‘Light Club’ (1968) di California.
Pada masa itulah ia mulai lebih aktif melayani para hippies dari gerakan kontra-budaya dan pelan tapi pasti mulai lebih radikal menentang gereja-gereja ‘sistem agama’ yang terorganisir yang dianggapnya munafik. Ia mengajak para pengikutnya untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Yesus dan menarik diri dari semua ikatan organisasi keduniawian.
Seperti sudah diketahui, pada tengah kedua tahun 1960-an, di kalangan khususnya generasi muda, terjadi revolusi counter-culture di California yang dikenal dengan lahirnya generasi ‘Hippies’ yang mencari kebebasan di tengah kemapanan masyarakat umum, termasuk kebebasan sex & penggunaan obat-obat bius. Beberapa kelompok Injili dan Pentakosta/Kharismatik melakukan misi penginjilan untuk menobatkan para Hippies itu dan mengembalikan mereka kepada Yesus. Para petobat baru para Hippies yang menerima Injil dikenal sebagai pengikut ‘Jesus Movement’ atau juga disebut ‘Jesus People.’
David termasuk pendeta yang melayani Jesus People, namun berbeda dengan gerakan Injili yang melayani Hippies agar mereka menerima Yesus sebagai juruselamat dan meninggalkan dosa-dosa kebebasan mereka seperti yang dilakukan oleh kelompok ‘Jesus People USA’ (JPUSA), David kemudian mengawinkan kebebasan perilaku Hippies dengan iman Kristiani. Dan berbeda dengan Jesus People, ia memasukkan budaya Hippies yang mempraktekkan sex bebas dan pemberontakan kepada masyarakat itu ke dalam gerakan yang dipimpinnya sekarang.
Tahun 1969 mulai terjadi kristalisasi ajarannya, ia mendirikan gerakan sendiri dengan nama ‘Children of God’ dan menekankan kehidupan dalam ‘Commune’ seperti kelompok Hippes dan Jesus People, namun lebih radikal dari JPUSA karena menyuruh pengikutnya memutus ikatan dengan orang tua dan segala ikatan organisasi lainnya. Di tahun itu ia berpoligami dengan mengawini sekertarisnya Maria. Ia mengajarkan Alkitab sesuai faham evangelical (Injili) namun mencampurinya dengan pola hidup Hippies yang menekankan ayat yang berbunyi:
‘segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama’ (Kis.2:44)
Ayat ini ditafsirkan bukan saja menyangkut penyerahan harta benda tetapi juga penyerahan tubuh daging mereka, ini menghasilkan ajaran mengenai ‘sexual sharing’ dimana para anggota commune bebas melakukan hubungan sexual dengan sesama anggota sekalipun hubungan pernikahan tetap diakui.
Banyak orang melihat praktek ini sebagai pembenaran akan dosa seksual yang dilakukan David Brandt Berg dengan kawin lagi dengan Maria sekertarisnya, diwaktu-waktu kemudian iapun hidup seperti layaknya memiliki harem yang terdiri wanita-wanita cantik. Ini berbeda sekali dengan praktek ‘Jesus People USA” yang justru memberhentikan pendirinya John Wiley Herrin yang kedapatan melakukan perselingkuhan dengan salah satu anggota perempuan dan akhirnya menceraikan isterinya itu.
David kemudian lebih dikenal sebagai ‘Moses David’ dan dipanggil dalam kalangan COG sebagai ‘Father David’ atau ‘Dad’ saja. Ia mengaku sebagai Musa pada akhir zaman yang diutus untuk mengingatkan umatnya ke jalan yang benar. Ia kemudian mengeluarkan ‘Mo Letters’ (Moses Letters) yang berisi ajaran pribadinya dan menjadi otoritas tinggi dalam COG dan mempopulerkan ‘litnessing’ yaitu kesaksian melalui literatur (literature witnessing).
Pada tahun 1969 ia menubuatkan gempa bumi besar akan terjadi di California hal mana menyebabkan banyak commune COG menyebar ke kawasan lain (gempa ini tidak terjadi). Disamping nubuatan tentang akhir zaman ia mengaku sebagai nabi Allah di Akhir Zaman, mempraktekkan hubungan dengan roh orang mati (spiritisme) dengan sering meminta pertolongan medium, dan sekalipun ia menekankan perlunya seseorang menerima Yesus sebagai juruselamat, pada akhirnya semua orang dipercaya akan diselamatkan (universalisme).
Untuk memperluas jangkauan pelayanannya, pada tahun 1976 dipopulerkan ‘flirthy fishing’ yang dianggap bagian dari ajaran Yesus agar menjadi penjala orang seperti tertulis dalam Injil Matius:
“Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Mat.4:19).
Dalam ‘Flirthy Fishing’, kaum perempuan COG dianjurkan untuk mendekati calon petobat dengan keramah tamahan termasuk daya tarik sex dan hubungan seksual agar mereka tertarik bergabung. Praktek ini memang banyak mendatangkan pengikut baru dan juga mendatangkan pemasukan dana karena sering juga mereka melakukan itu dengan menerima uang untuk mendanai misi mereka.
COG mengaku bahwa praktek flirty fishing telah berhasil menjangkau sekitar 1.000.000 orang dan 200.000 orang diantaranya terlibat dalam praktek seksual. Pada tahun 1987 karena penyebaran penyakit seksual yang menular di kalangan COG, praktek hubungan seksual dengan orang luar seperti flirty fishing ditinggalkan, tetapi sexual sharing tetap dijalankan antar sesama anggota commune/COG sampai sekarang.
Memang COG dikenal miring karena perilaku sexual mereka yang melanggar norma umum, dan disamping ‘sexual sharing’ dan ‘flirthy fishing’, Moses David juga mengajarkan masturbasi sebagai bagian hubungan perenungan meditasi seksual dengan Yesus, bahkan anak remaja sejak bisa berejakulasi (mimpi basah) atau menstruasi dianggap sudah matang dan bebas melakukan hubungan sexual sebagai karunia ilahi. Yang menarik adalah sikap mereka terhadap perilaku homoseksual dimana hubungan sex sejenis antara sesama pria ditolak tetapi antar sesama wanita (lesbianisme) direstui.
Bersambung ke: 93 - THE FAMILY
Salam kasih dari Redaksi www.yabina.org