Artikel 94_ 2004
FAMILY CARE INDONESIA
Pada halaman 2 MSA-76, dibahas kaitan ‘The Family’ dengan organisasi LSM (NGO) bernama ‘Family Care International.’ Keduanya tidak berkaitan karena FCI adalah organisasi kesehatan ibu dan anak yang didirikan di New York (1986) dan direstui dalam pertemuan kependudukan sedunia pada tahun 1994 (ICPD). Namun, nama FCI ternyata dimanfaatkan oleh ‘The Family’ untuk juga bergerak dalam bidang sosial dengan membentuk LSM/NGO dengan nama yang mirip.
Banyak yayasan yang melayani ‘pemeliharaan keluarga’ didirikan di mana-mana dengan nama ‘Family Care’ termasuk FCI, namun ketenaran FCI memberi ide ‘The Family’ untuk membentuk organisasi LSM/NGO yang dapat mengumpulkan dana dengan keringanan bebas pajak, sekaligus sebagai misi terselubung pelayanan keluar ‘The Family (COG).’
Pada awal dasawarsa 1990-an, di California, pusat ‘The Family (COG)’, didirikan Yayasan sosial (LSM/NGO) bernama ‘Family Care Foundation’ (FCF). Organisasi ini juga mengirimkan tenaga-tenaga ke Indonesia dan menamakan organisasi mereka dengan nama ‘Family Care Indonesia.’
Nama ‘The Family (COG)’ memang sudah miring, apalagi ketika banyak di antara anggotanya keluar dan menceritakan praktek miring dapur organisasi itu dan membentuk organisasi ‘Ex-Family’.
Kondisi demikian memang menyulitkan karena mereka membutuhkan dana besar, untuk itu para pemimpin ‘The Family’ (COG) mendirikan Yayasan sosial bernama ‘Family Care Foundation.’
FCF beroperasi di Jakarta sejak awal 1990-an dengan nama ‘Family Care Indonesia,’ dan di Bali dengan nama ‘Balihi Charity Projects’. FCF melakukan berbagai pelayanan a.l. pembagian Alkitab, makanan, komputer, perabot sekolah; Mengunjungi panti-asuhan, korban banjir, & musibah; Mengajar bahasa Inggeris bagi anak-anak, dan menampung anak-anak jalanan; dan juga berkiprah membantu perbaikan kampung & keluarga miskin dan kesehatan masyarakat.
Dari Sumber sekunder seperti di situs internet www.angelfire.com dan www.exfamily.org disebut bahwa untuk menarik sumbangan yang bebas pajak untuk menunjang kegiatan ‘The Family’ (COG), mereka mendirikan ‘Family Care Foundation’ di California.
Namun, bukti keterkaitan keduanya dari sumber primer sukar didapat, sebab baik situs ‘The Family (COG, www.thefamily.org)’ tidak menyinggung FCF, juga situs FCF (www.familycare.org) tidak menyinggung soal ‘The Family (COG)’ sama sekali.
Setelah mempelajari kedua situs ‘Family Care Foundation’ dan ’The Family’, akhirnya ditemukan juga benang merah antara keduanya, ternyata ada satu foto aktivitas yang sama di situs ‘Family Care Foundation’ dan ‘The Family.’
Pada situs proyek Family Care Foundation (Family Care Indonesia) dengan Judul ‘Tragedy In Paradise’ diperlihatkan foto dimana aktivis FCF bernama Suzy mengunjungi korban bom Bali di rumah sakit (disebutkan didampingi oleh Faith, Gaby dan penulis artikel). Pada situs ‘The Family’ dijumpai foto yang sama di bawah judul ‘Bombings in Bali’ dengan keterangan antara lain:
“Family volunteers visited one of the hospitals where the injured were taken, to pray for and comfort the victims. In these photos, Suzi comforts a female burn victim, and Faith and Sarah pray with another.”
Dari sumber primer ini dapat dilihat bahwa ‘Family Care Foundation’ yang di Indonesia dinamakan ‘Family Care Indonesia’ adalah organ ‘The Family (Children Of God)’ yang mempromosikan keyakinan dan praktek kehidupan mereka dengan berkedok pelayanan sosial. Salah satu organ FCF bernama ‘Power Of Love Foundation’ mengkhususkan diri melayani para korban HIV/AIDS.
Dengan mengetahui hal ini kita bisa lebih waspada dan berhati-hati bila sekali waktu berinteraksi dengan mereka, karena keramah-tamahan adalah bagian misi memperkenalkan iman & pola hidup ‘The Family (COG)’ yang dipraktekkan para aktivis organisasi sosial itu (Dalam situs mereka disebut juga mengenai pembagian Alkitab).
Kiprah ‘The Family’ (COG) dalam bidang sosial perlu menggelitik kita agar kita tetap rajin berbuat baik, namun menjadikannya sebagai buah kebenaran.
Salam kasih dari Redaksi www.yabina.org