Artikel 102_ 2004
NATAL DAN BINTANG BETLEHEM
Berita Natal tidak dapat dilepaskan dari kota Betlehem dan kota itu tidak bisa dilepaskan dari bintang Betlehem, sebuah bintang yang menunjukkan lokasi kota itu yang diaku oleh orang Majus sebagai petunjuk jalan. Data mengenai bintang ini dicatat Matius sebagai berikut:
“. . . Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” . . . Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. . . . Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. (Matius 2:1-10).
Bintang apakah itu? Dan apakah astronomi memberi petunjuk mengenai keberadaan bintang itu? Mereka yang skeptik akan langsung mengatakan bahwa cerita bintang itu dongeng tahyul astrologi yang harus dilupakan karena kalau benar ada bintang istimewa, tentu akan dicatat oleh Josephus, ahli sejarah yang banyak catatannya mengenai kurun waktu itu. Sebaliknya, orang yang terbuka akan meneliti kemungkinan kebenaran keberadaan bintang itu. Setidaknya ada empat kemungkinan diusulkan orang mengenai bintang itu, yaitu bintang itu menunjuk pada supernova, konyungsi planet, meteor, atau komit.
Supernova adalah planet yang meledak dan kehabisan enerji sampai akhirnya meredup. Kelihatannya supernova tidak cocok, karena supernova sekalipun bisa meledak dan kelihatan sangat terang dan bisa berlangsung beberapa minggu, data Alkitab tidak menunjukkan adanya bintang yang sinarnya sangat terang, kecuali bahwa bintang itu seakan-akan menunjuk arah.
Konyungsi planet adalah situasi dimana beberapa planet berada dalam satu garis dengan bulan yang terlihat dari bumi sehingga terlihat beda dengan bintang-bintang pada umumnya. Karena konyungsi planet bersifat tetap untuk jangka waktu lama, tentu agak kurang cocok dengan apa yang dilihat orang majus dimana bintang itu ditengarai bergerak.
Apakah mungkin bintang itu sebuah meteor? Meteor adalah benda langit yang juga mengelilingi matahari, tetapi ketika dekat dengan bumi ia bisa tertarik gaya tarik bumi sehingga ketika memasuki atmosfir bumi ia terbakar karena gesekan dengan udara. Pada umumnya meteor (bintang jatuh) kecil dan jatuhnya cepat sehingga tidak cocok dengan apa yang dilihat orang Majus yang melihatnya dalam waktu lama dan berhenti di atas Betlehem.
Komit adalah benda langit yang mengelilingi matahari melalui lintas edar berbentuk ellips, dan bila sedang mendekati bumi maka akan kelihatan berekor (bintang berekor) sehingga seakan-akan petunjuk arah. Komit bila terlihat di bumi bisa berlangsung selama beberapa minggu.
Dari keempat kemungkinan di atas, kemungkinan terbesar komitlah yang dilihat orang Majus, apalagi kala itu kehadiran komit dipercaya sebagai pertanda adanya peristiwa besar di bumi, seperti bencana atau kematian orang besar. Pada waktu Julius Caezar meninggal tercatat terlihat komit selama seminggu. Lalu mengapa komit musibah tahyul astrologi yang dicatat Injil? Peristiwa dimana ahli astrologi Majus dicatat Alkitab justru merupakan jawaban antithesa atas kepercayaan astrologi yang bersifat tahyul, bahwa kalau tahyul menganggap komit selalu menjadi pertanda datangnya musibah kematian atau bencana, Tuhan mematahkan pendapat umum demikian dan menjadikannya tanda kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera dibumi.
Kemungkinan besar bintang itu komet juga bisa dilihat dalam Alkitab, karena Matius 2:1-10 menyebut bintang itu menunjuk suatu arah, berpindah tempat dan terlihat selama beberapa hari. ‘Bintang Betlehem’ disebut dilihat di Timur atau di sebelah Timur yang melihat. Sebenarnya ayat itu menunjukkan bahwa ketika orang Majus itu pertama melihat munculnya bintang itu di sebelah Timur, mereka tergerak untuk mengikuti arah bintang itu yang mengarah ke arah Barat. Dalam perjalanan posisi bintang itu lebih cepat dari perjalanan mereka, namun pada saat mereka berada di Betlehem, komit itu posisinya tepat berada di atas sehingga dianggap sebagai tanda lokasi, dan ketepatan lokasi itu sesuai nubuatan Mikha (Mat.2:6). Lalu, komit apakah itu?
Pada tahun 1705, Edmond Halley menyebut bahwa komit yang kelihatan di tahun 1682 adalah komit yang kelihatan pada tahun 1531 dan 1607 dan diperkirakan akan kelihatan setiap 76 tahun. Ia meramalkan komit itu akan kembali tahun 1758. Komit itu muncul pada akhir tahun 1758 sampai Maret 1759. Karena ketepatan ramalannya komit itu kemudian dinamai komit Halley. Menurut Ensiklopedi Encarta, komit itu mulai tercatat oleh astronom Cina pada tahun 239sM dan mengikuti tapak elliptik mendekati matahari sampai dibelakang Neptunus. Jarak waktu edarnya ketika mendekati bumi berkisar 75 sampai 79 tahun, dan kemudian terlihat lagi pada tahun 1835 dan 1910, dan terakhir tahun 1986. Menurut Ensiklopedia Britannica, Jarak waktu edar komit Halley berkisar antara 74,4 tahun (1835-1910) dan 79,6 tahun (451-530).
Dengan mengambil tahun 239sM sebagai patokan dan kisaran orbitnya mendekati bumi dari 75 sampai dengan 79 tahun, maka kemungkinannya, sekitar tahun Natal, komit itu akan kelihatan paling cepat pada tahun 14sM (bila tiga penampakkannya kemudian masing-masing 75 tahun) dan paling lambat pada tahun 2sM (bila tiga penampakkannya kemudian masing-masing 79 tahun).
Mengingat bahwa kelahiran Yesus dapat dipastikan pada tahun 4sM atau beberapa tahun sebelumnya, tahun dimana Herodes meninggal, maka kemungkinan kehadiran Komit Halley di atas Betlehem sekitar Natal hari kelahiran Yesus besar. Komit Halley dapat dikata komit terbesar yang dijumpai dari sekitar 2000 komit yang terdeteksi dalam 2500 tahun terakhir, dan andaikan bukan komit Halley, kemungkinan kehadiran komit lain bisa juga terjadi.
Ada juga pertanyaan yang diajukan mengenai “Mengapa Lukas tidak mencatat mengenai bintang itu?” Masalah bahwa yang satu tidak mencatat catatan lainnya tidak berarti bahwa bintang itu tidak ada, sebab baik Markus maupun Yohanes bahkan sama sekali tidak mencatat kelahiran Yesus sekalipun jelas Yesus hadir dibumi di abad pertama dan disebutkan pula dalam catatan sejarah Josephus, jadi tentu ada peristiwa kelahirannya.
Kita tidak bisa memastikan bintang apa yang terlihat di Betlehem, namun dari beberapa data diatas, dapatlah kita mengamini bahwa data Injil sekitar Natal dengan bintang Betlehemnya kemungkinannya besar memang ada dan mungkin bintang itu sebuah komit yang berekor dan bisa menunjuk arah dan komit itu kemungkinannya komit Halley. Dan bila ini benar, bukti kelahiran Yesus tahun 4sM atau beberapa tahun sebelumnya bertambah kuat.
Salam kasih dari Redaksi YABINA ministry www.yabina.org